Author: Kedungrejo

KAMPUNG TANGGUH Desa Kedungrejo kec Sumberrejo

Kampung Tangguh Semeru adalah program unggulan Polda Jawa Timur, sebagai upaya melawan penyebaran virus Covid-19 yang dilakukan mulai lingkup terkecil, yakni dari desa dan warga sekitar. Program ini akhirnya diadopsi secara nasional dengan nama Kampung Tangguh Nusantara, karena dianggap efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangkal Covid-19.

Program penanggulangan Covid-19 ini berbasis komunitas warga sekitar dan melibatkan semua warga tanpa terkecuali. “Semua berbasis komunitas RT/RW dan semua terlibat, baik dalam membawa ke rumah sakit, diisolasi jika memiliki gejala ringan, terkait ekonomi juga saling membantu. Ini menurut saya sangat luar biasa,” tambahnya.
“ Tentang bagaimana tetap bisa hidup sehat tapi tetap produktif, ada item-item kesepakatan antara lain terus melakukan pencegahan, langkah-langkah kuratif tracing, testing dan treatment yang masif, meningkatkan partisipasi publik, pendisiplinan, dan yang penting kamtibmas terjaga dan tetap produktif ”.

MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA ( MMD )

Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama. Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik maka puskesmas harus menyusun rencana kegiatan yang tertuang dalam rencana tahunan dan rencana lima tahunan. Perencanaan ini harus disusun dengan mempertimbangkan hasil analisa dari sisi pandang masyarakat yang dilakukan melalui Survey Mawas Diri (SMD). ( mas yudhi )

kegiatan karang taruna gany putra

Oklik merupakan salah satu kesenian tradisional di Kabupaten Bojonegoro yang masih bertahan. Kesenian oklik merupakan bentuk seni musik yang menggunakan alat musik dari bambu tradisional yang banyak diminati pemuda karangtaruna khususnya dimasyarakat desa kedungrejo tersebut.

SARUNG TENUN PRODUK UNGGULAN DESA KEDUNGREJO

tenun 1Tenun 2Tenun 3

Potensi sebuah desa akan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Hal tersebut juga termasuk Desa Kedungrejo Kecamatan Sumberrejo. Salah satunya adalah kerajianan tenun sarung secara manual yang ditekuni oleh Moch. Alim yang beralamat di Dukuh Megal Desa kedungrejo ini. Pria yang berusia 37 tahun ini menekuni tenun sarung ini sejak dia  masih berada di salah satu pondok pesantren dikota kediri. Saat di tanya oleh tim Kontras yang datang kerumahnya tersebut ia menceritakan ” Saya memulai usaha ini sejak tahun 2009 yang lalu, yang sebelumnya sudah lama saya ikut di kediri dan Lamongan. Akhirnya ada keinginan untuk mandiri sejak 2009 yang lalu. Namun untuk bahan dan corak sementara masih ambil dilamongan termasuk pemasarannya. Soalnya saya terbentur oleh modal,ungkapnya. Tenun manual ini hasilnya sangat halus dibandingkan dengan pakai mesin. Di tanya mengenai harga dari sarung tenun tersebut sangat bevariasi, tergantung benang dan coraknya. Mulai kisaran Rp. 150.000; (seratus lima puluh ribu) hingga jutaan rupiah. Untuk yang halus biasanya di eksport ke negara Timur Tengah. Saat ini sudah ada beberapa pemuda yang ikut menenun, dia juga bersyukur bisa memberikan kegiatan untuk lingkungan sekitar. Ia juga menambahkan bahwa” saya ingin menambah alat tenun tersebut cuman tempatnya yang belum ada. Sementara 5 alat tenun tersebut masih kurang, sehingga saya kewalahan memenuhi target pesanan. Sebenarnya mau dikirim alat lagi cuman terkendala tempat. Oleh karena itu saya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan Usaha-usaha kecil ditingkat pedesaan” . Saat kunjungan ibu bupati didesa kedungrejo yang lalu juga sempat melihat hasil dari sarung tenun tersebut, bahkan memberikan apresiasi atas produk tersebut. Moch. Alim juga berharap semoga kerajinan tenun tersebut bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar dan menambah penghasilan. Dan semoga betul-betul diperhatikan oleh pemerintah. (sudarmono)