Potensi

SARUNG TENUN PRODUK UNGGULAN DESA KEDUNGREJO

tenun 1Tenun 2Tenun 3

Potensi sebuah desa akan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Hal tersebut juga termasuk Desa Kedungrejo Kecamatan Sumberrejo. Salah satunya adalah kerajianan tenun sarung secara manual yang ditekuni oleh Moch. Alim yang beralamat di Dukuh Megal Desa kedungrejo ini. Pria yang berusia 37 tahun ini menekuni tenun sarung ini sejak dia  masih berada di salah satu pondok pesantren dikota kediri. Saat di tanya oleh tim Kontras yang datang kerumahnya tersebut ia menceritakan ” Saya memulai usaha ini sejak tahun 2009 yang lalu, yang sebelumnya sudah lama saya ikut di kediri dan Lamongan. Akhirnya ada keinginan untuk mandiri sejak 2009 yang lalu. Namun untuk bahan dan corak sementara masih ambil dilamongan termasuk pemasarannya. Soalnya saya terbentur oleh modal,ungkapnya. Tenun manual ini hasilnya sangat halus dibandingkan dengan pakai mesin. Di tanya mengenai harga dari sarung tenun tersebut sangat bevariasi, tergantung benang dan coraknya. Mulai kisaran Rp. 150.000; (seratus lima puluh ribu) hingga jutaan rupiah. Untuk yang halus biasanya di eksport ke negara Timur Tengah. Saat ini sudah ada beberapa pemuda yang ikut menenun, dia juga bersyukur bisa memberikan kegiatan untuk lingkungan sekitar. Ia juga menambahkan bahwa” saya ingin menambah alat tenun tersebut cuman tempatnya yang belum ada. Sementara 5 alat tenun tersebut masih kurang, sehingga saya kewalahan memenuhi target pesanan. Sebenarnya mau dikirim alat lagi cuman terkendala tempat. Oleh karena itu saya berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan Usaha-usaha kecil ditingkat pedesaan” . Saat kunjungan ibu bupati didesa kedungrejo yang lalu juga sempat melihat hasil dari sarung tenun tersebut, bahkan memberikan apresiasi atas produk tersebut. Moch. Alim juga berharap semoga kerajinan tenun tersebut bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar dan menambah penghasilan. Dan semoga betul-betul diperhatikan oleh pemerintah. (sudarmono)

Kirab Gunungan Warnai Sedekah Bumi Desa Klampok

Pemerintah Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar sedekah bumi bersama masyarakat setempat, Jumat (18/9)

Sedekah bumi yang diawali dengan atraksi gendruan Ayon-ayon ini dilanjutkan dengan menggotong hasil bumi dari Desa Klampok. Hasil bumi tersebut antara lain jamur tiram, hasil pertanian dan palawija lainnya. Continue reading

Sedah Kidul Jadi Percontohan Desa Cerdas

Universitas Bina Nusantara bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi melakukan penelitian di Desa Sedah Kidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (19/10).

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pemerintahan desa yang menerapkan program sebagai Desa Cerdas oleh Pemerintah Kabupaten selama ini. Continue reading